Pernah kepikiran gak, sebenernya buat apa sih merokok? Udah hampir tujuh belasan tahun di dunia ini, tapi sampe sekarang masih belum nemu alasan yang bikin Anwar mikir, "Oh, rokok ternyata worth it." Malah kadang kepikiran, emang ada manfaatnya?
Bersyukur banget sampe detik ini bibir belum pernah nyentuh rokok. Prinsipnya simpel: JANGAN MEROKOK!
Kenapa Gak Merokok?
Alasan utamanya? Biar hidup lebih sehat, dong! Merokok itu bukan cuma kebiasaan, tapi juga punya dampak negatif buat kesehatan diri sendiri. Dari sisi medis, rokok bisa nimbulin kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, sampai gangguang pernapasan. Rokok itu isinya racun semua—nikotin, tar, karbon monoksida—yang pelan-pelan ngerusak tubuh.
Yang bikin sebel, bukan cuma perokok yang kena dampaknya, tapi juga orang-orang di sekitarnya. Perokok pasif itu paling terkena dampaknya, gak ngerokok tapi tetep aja kena efek buruknya. Daripada jadi sumber masalah buat keluarga dan temen-temen, mending jauhin rokok dari sekarang.
Solusi Anwar Melawan Rokok?
Daripada buang-buang uang buat beli rokok, mending jajan enak! Seblak, cilok, cilor, cimin—wah, itu top 10 makanan yang wajib dibeli. Makanan ini bukan cuma bikin kenyang perut, tapi sekalian juga bikin hati senang. Selain itu, makanan manis kayak kue, es krim, atau boba juga bisa jadi self-reward yang lebih aman.
Oke, makanan manis juga gak boleh berlebihan, tapi kalo disuruh milih antara rokok atau jajan, ya jelas jajan dong! Hidup sehat itu gak membosankan, yang penting bisa menikmati hidup tanpa ngerusak tubuh sendiri. Jadi, kalo ada yang ngajakin ngerokok, tinggal bilang aja: "Mending kita jajan yupi, yuk!"
Ada yang bilang, rokok bisa hilangin stres. Mungkin buat sebagian orang, itu jadi solusi. Tapi buat Anwar, jajan adalah cara terbaik buat ngusir stres dari ubun ubun kepala. Semua orang punya pendapat dan pilihan masing-masing, dan itu hak mereka. Yang penting, kita harus bijak memilih: mau hidup sehat atau nggak? Jangan sampe tergiur sama hal-hal yang berbau asap-asap, apalagi asap rokok.
Mungkin ada yang bilang, asap rokok yang keluar dari mulut itu filosofinya kayak "membuang masalah" atau "ngeluarin beban". Tapi yang jelas, itu justru nambah masalah kesehatan. Dampaknya mungkin nggak kerasa sekarang, tapi pasti akan terasa nanti, dalam jangka panjang.
Faktor Sukses Anwar Hidup Tanpa Rokok
Selain itu, sedikit bercerita. Faktor suksesnya Anwar nggak ngerokok sampai sekarang itu berkat dorongan dan doktrin keluarga selama ini. Di keluarga, nggak ada yang merokok, dan lingkungan sekitar sangat menolak rokok untuk anak-anak. Jadi, selama ini, Anwar tumbuh di lingkungan yang bersih dari rokok. Mungkin tahu tentang rokok, tapi nggak pernah dikenalkan atau dianggap sebagai hal yang wajar oleh keluarga.
Walaupun teman-teman banyak yang ngerokok, jujur, nggak ada minat sama sekali buat ikutan. Jangan deh, ngehirup asapnya aja udah bikin pusing tujuh keliling. Plis, boleh nggak kalau mau ngerokok izin dulu biar sama-sama enak?Apalagi kalau sampe nempel ke baju, baunya itu lho... KAYA AKSJQUXEIWNWVXFGAO!
Ucapan terima kasih dan lope-lope buat keluarga karena nggak ada yang merokok. Rumah jadi enak dan adem karena nggak ada bau rokok. Cukup bau knalpot di Ciledug aja yang masuk rumah, jangan sampai bau rokok ikutan nimbrung!
Jadi, buat anak muda, yuk katakan tidak pada rokok dan ucapkan selamat datang pada hidup sehat!
Catatan!
Artikel ini murni merupakan pandangan, opini, serta pengalaman pribadi penulis. Tidak ada maksud untuk menyinggung pihak mana pun.